Video Tragedi PSBB di Kelurahan Aren Jaya  Diduga Upaya Pemutarbalikan Fakta

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
208

lensaperistiwa.com – Bekasi

Beredarnya beberapa video tentang insiden dalam pelaksanaan kegiatan PSBB di kelurahan Aren Jaya pada Selasa sore (05/5/2020) di salah satu  group WA wartawan dengan keterangan “Ketua ada tragedy tadi sore PSBB, permasalahan sepele suruh pake masker yang bersangkutan ngak mau, Dia bawa – bawa atas nama media mau lapor ke walikota”, diduga  sebagai upaya pemutarbalikan fakta untuk menutupi tindakan arogan para oknum petugas yang berasal dari ASN Dinas Sumber Daya Air dan Damkar Kota Bekasi .

Dugaan tersebut disampikan korban ES kepada lensaperistiwa.com, Kamis pagi (06/05/20) usai melakukan konfirmasi terkait beredarnya video dengan keterangan sebagaimana dituliskan oleh pengunggah video yang sempat menjadi perbincangan di kalangan awak media tersebut.

Menurut ES, meski Ia berprofesi sebagai wartawan, saat kejadian insiden di depan Kelurahan Aren Jaya dirinya tidak sekalipun menyinggung tentang media, tapi ia mengaku ada mengatakan akan  melaporkan tindakan arogan dan kekasaran para oknum ASN tersebut ke walikota, tapi tidak pernah menyebut – nyebut media, sebagaimana yang dituliskan di group WA tersebut.

“Saya jadi dua kali kena fitna bang, di lokasi difitna oleh petugas ‘sengaja untuk mendapatkan masker gratis, dan di group wa di fitnah lagi dengan kata –kata ‘di suruh pake masker ngak mau serta bawa – bawa media. Saya menduga, Videdo tersebut sengaja  di unggah di group wartawan untuk mendiskreditkan saya dengan memutarbalikkan fakta, serta dengan mengunggah video yang tidak lengkap,” ujas ES.

Kepada lensaperistiwa.com ES kronologis kejadian sebenarnya, saat melintas di depan Kelurahan Aren Jaya saat itu ia memang tidak menggunakan masker,  maka ia diberhentikan petugas dan disuruh putar balik. Saat kan balik arah, beberapa petugas menyarakannya untuk memasuki halaman kelurahan untuk mendapatkan masker gratis, ia pun menuruti arahan petugas tersebut dan masuk kehalaman kelurahan.

Saat akan menerima masker, ia didatangi seorang berbadan tegap menggunakan rompi bertuliskan BNN yang belakangan disebut – sebut sebagai Seketaris kelurahan seraya berkata “kamu suda kali kedua ya, kamu sengaja untuk mendapatkan masker gratis ya” ucapnya.

Merasa tidak berbuat, ES bertanya “siapa yang bilang saya sudah duakali “? Sang Sekdes menunjuk kepada seseorang berbaju hijau yang berdiri tidak jauh dari tempat pembangian, yang belakangan diketahui merupakan ASN dari Damkar Kota Bekasi.

Merasa di fitnah, ES tidak bersedia menerima masker gratis dari petugas tersebut, dan ia memilih pulang ke rumahnya di Kampung Rawa Kalong untuk mengambil masker.

Setelah mengambil masker, ES kembali  kelokasi kegiatan dengan maksud untuk mempertanykan kebenaran bahwa dirinya memang sengaja  untuk mendapatkan masker gratis dan menemui orang yang disebut – sebut memberikan informasi yang dirasakannya sebagai fitnah.

Memang petugas yang disebut memberikan keterangan yang dianggapnya tidak benar tersebut kepada ES menyatakan bahwa jika memang ia salah berucap mohon dimaafkan.

Situasi menjadi panas manakala oknum ber kos hitam sambil menggengam HT (handy talky) bersama oknum ASN dari Dinas SDA mendatanginya dengan arogan sambil mengucapkan kata – kata kasar membentak –bentak ES serta menantang berkelahi lalu membuka masker dan berkata “Kenali saya, ini saudara saya, mau berantam  dengan saya saya tidak takut” ucapnya kasar sambil mendoronr – dorong ES sebagaimana  yang terekam dalam sebahagian video yang diunggah di group wa tersebut.

“Ini saya baru pulang dari Kelurahan Aren Jaya bang, Sekdes dan pegawai desa mengaku tidak pernah mengunggah video itu, jadi nanti soreh jam 4 akan diadakan pertemuan, kita tunggu saja bang, saya tidak terima di fitnah bang,” tegas ES.

Berdar issu bahwa ketegangan yang terjadi pada kegiatan Pelaksanaan PSBB di Keluran Aren jaya yang dilakukan pihak Kelurahan bersama Dinas SBA dan Damkar tersebut  di duga terjadi akibat ketidak transparanan kegiatan Pemkot Bekasi terkait dana kegian tersebut. Indikasi tersebut tersirat dari ucapat beberapa petugas yang mengaku suda lelah dengan kegiatan PSBB dengan beban harus dapat mengatur APD yang diberikan seadanya selama kegiatan berlangsung.

Ketika dikonfirmasi, pihak keluarahan tidak berkomentar, “nanti soreh akan kita pertemukan bang” ujar salah satu pegawai di Kelurahan Aren Jaya. (Tim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
208

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *