Kepala Desa Sukoharjo Diduga Markup Anggaran Dana Desa Dan Kegiatan Karang Taruna

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

lensaperistiwa.com Lampung Utara –

Kepala Desa Sukoharjo Kecamatan Abung Surakarta di duga markup Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2019. Pasalnya, Pembangunan Siring Pasang dengan pagu anggaranya Rp.160 000 000 juta Sekian lebih hanya terealisasi Rp. 48 000 000 Juta Sekian dan pembangunan pos ronda yang anggarannya Rp. 60 000 000 jutaan hanya terealisasi 28 000 000 Juta saja, dan anggaran kegiatan karang taruna selama kades menjabat baru satu kali diberi sama ketua dan anggota karang taruna, Selasa (10/13/2020).

Menurut Kepala Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Ahmad Marseni mengatakan bahwa masyarakat pernah mendatangi rumah kepala desa untuk mempertanyakan kejelasan pembangunan yang bersumber dari dana desa tersebut. Namun, kepala desa tidak bisa memberikan jawaban terkait hal itu.

” Ya mas, masyarakat dan karang taruna sudah dua kali kerumah kepala desa, pertama hari Sabtu (7/3/2020) malam tapi kepala desa tidak dapat memberikan penjelasan kepada mereka. Lalu hari minggu (8/3/2020) malam pun demikian, masyarakat tidak bisa mendapatkan penjelasan dari kepala desa selaku pemimpin,” Jelasnya.

Ahmad Merseni juga menjelaskan bahwa pembangunan yang dilaksanakan memiliki banyak kejanggalan, salah satunya pembangunan yang ada tidak sesuai dengan permintaan masyarakat pada Musyawarat Desa (Musdes).

Kemudian, dana karang taruna sejak kepala desa menjabat hanya Baru satu kali saja dana tersebut di salurkan kepada ketua dan anggota karang taruna.

Ia juga mengaku selama ini BPD, LPM dan lainnya tidak pernah dilibatkan dalam pembangunan di desa. “Kami hanya di panggil ketika ada rapat saja,” Terangnya.

Tokoh masyarakat yang berinisial MH, menyatakan pembangunan melalui Dana Desa (DD) tidak sesuai dengan program dan disinyalir ada dugaan markup anggaran serta dana karang taruna pun tidak pernah di salurkan, Selama dia menjabat baru satu kali di berikan sama kepala desa kepada ketua karang taruna.

Hal itu sudah kami pertanyakan, tapi kepala desa (Saptono) tidak bisa menjawab nya,” Kata dia. MH berharap agar aparat penegak hukum bisa melakukan penyelidikan terkait permasalahan yang ada, Ungkapnya.

Disisi lain, Anggota Karang Taruna, Tukimin bahwa selama Kepala Desa Saptono menjabat hanya sekali saja dana karang taruna di berikan. “Setelah itu, kami tidak tahu kemana anggaran dana karamg taruna,” Ungkapnya.

Tim Pelaksana, Margono membenarkan bahwa anggaran pembangunan siring pasang sebesar Rp 160 juta sekian. Tapi dari hasil rinciannya dana yang digelontorkan hanya Rp 48 juta Sekian saja. “Itu hasil rincian yang ada, untuk sisanya saya tidak tahu, sebab yang tahu kepala desanya (Saptono),” Jelasnya.

Dengan adanya informasi yang kurang efektif serta kurangnya keterbukaan informasi publik apakah ini suatu kebijakan dengan ketidak transparansi terhadap angaran ataupun dana desa yang mungkin tertutup.

Ketika dikonfirmasi terkait dugaan markup anggaran Dana Desa pembangunan siring pasang dan pos gardu kepala desa sukoharjo enggan memberikan komentar.

Ia hanya mengaku semua itu sudah selesai hanya kesalahpahaman saja. sedangkan untuk dana karang taruna yang belum di salurkan Ia juga mengaku itu sudah disalurkan. ( LE ).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *