Proyek Sanitasi di Dua Kecamatan  Yang Dikerjakan KSM Diduga Banyak Penyimpangan

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

lensaperistiwa.com – Pagaralam

Proyek sanitasi berbasis masyarakat Sanimas ISDB di Kota Pagar Alam terkesan asal jadi / dipaksakan, ironisnya proyek tersebut sebagai pelaksana LKM Seghepat Seghendi  (KSM) Sehati yang tepatnya di RT.08 RW.02 Kel. Tumbak Ulas Kec. Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam Sumatera Selatan, diduga tidak mengikuti Juklak Juknis, seperti penempatan Subsiting lokasi tersebut sampai saat ini belum jelas statusnya, tanah hibah atau dapat beli.

Menurut keterangan dari kepala bidang Perumahan dan Pemukiman Ketika di konfirmasi oleh TIM investigasi dari bermacam media cetak dan online seharusnya lokasi yang digunakan untuk subsiting alias tabung induk untuk penampungan air limbah tersebut harus jelas hibah, namun sampai saat ini kami belum melihat surat hibah tersebut karena posisi bak limbah tabung itu nempel dirumah salah satu warga yang menurut keterangan dari sumber kami warga tersebut terlibat di pengurusan LKM yang mendapat kepercayaan dari Dinas Perumahan Dan Pemukiman  Kota Pagar Alam.

Oknum tersebut berinisial PK Seorang ASN yang masih Aktif bekerja diwilayah Kota Pagar Alam namun kami akan terus menelusuri kebenaran informasi yang kami dapat dari masyarakat tersebut diatas.

Waktu yang berbeda (TIM) lagi – lagi menemukan kegiatan yang hamper sama hanya saja beda nama kegiatannya dilokasi ini, tepatnya di RT.03 RW.01 Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagar Alam Utara juga Kota Pagar Alam. Disini pembangunan system pengelolahan air limbah domestic terpusat (SPALD-T) yang pelaksananya KSM ANUBIAS proyek ini tersebut hanya beda nama namun dengan yang terletak di Kelurahan Tumbah Ulas Kecamatan Pagar Alam Selatan sama persis membuat subsiting atau bak penampung air limbah dari rumah masyarakat ke bak induk / bak penampungan. Ironisnya pekerjaan proyek yang di kelola  oleh (KSM) anubias , ini terkesan dipaksakan.

Menurut keterangan pak RT.03 RW 01 Kelurahan Beringin Jaya, baru 80% namun sudah di fungsikan layaknya bangunan tersebut sudah selesai 100% tanpa ada sosialisasi kemasyarakat. Bagaimana cara menggunakan dan memungsikan air limbah tersebut. Namun kami terdiri dari (TIM) sosial kontrol akan mengawal proyek ini  sampai tuntas dimana penyimpangan apa teknisnya atau adminitrasinya kalau secara strukturnya proyek ini sangat lengkap sekali mempunya konsultan / pendaping pelaksana kegiatan.

Namun semua itu hanya terpampang di resplang proyek saja namun kami temukan dilapangan. Hanya orang-orang tukang lokal yang tanpa pengawas dari Tim Teknis yang punya tugas untuk mengawasi bangunan tersebutsedangkan nama – nama tersebut diatas punya gaji besardan dapat kepercayaan oleh kementrian terkait selalu mengikuti pelatihan – pelatihan tapi sayangnya kepercayaan itu disiasiakan saja jadi negara dirugikan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab dalam pelaksanaan proyeki ini, dan kami dari (TIM) sosial control baik media juga Lembaga akan solid mengawal proyek ini sampai tuntas. (TIM)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *