Ketua Gemantara Ekbang Labuhan Batu Minta Bupati Periksa Dinas PUPR dan Kontraktor

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

lensaperistiwa.com – Labuhanbatu

Ketua Gemantara (Ekabang) Labuhanbatu bersama elemen masyarakat anti korupsi dan ketua DPD LSM BARIS serta Jurnalis SKPK NEWS (DS) dalam hal ini meminta Bupati Labuhanbatu mengajukan opsi untuk memeriksa Dinas Pupr bersama Kontraktornya yang diduga tidak ikuti aturan dalam pengerjaan Proyek APBD 2019 di Labuhanbatu.

Dalam hal ini kita meminta pemerintah untuk sigap serta lakukan proses bila mana mencium adanya diduga aroma tindak pidana korupsi, sehingga keinginan luhur dan cita-cita para pejuang terdahulu dalam hal pemerintahan yang bersih serta mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh Rakyat Indonesia dapat terlaksana dengan baik.

Pasalnya, Informasi itu sangat penting, tegas Chandra Sirait SH, kepada jurnalis. Maka dari itu kita meminta pihak pemerintahan agar merespon baik atas prestasi dalam usaha seluruh elemen stakeholder yang mau turut bersama sama berusaha lakukan pengawasan sebab hal ini menyangkut anggaran atau uang rakyat.

Tambahnya, bila pengguna jasa dan penyedia jasa diduga ada main mata tentang spesifikasi, teknis, mutu dan kwalitas bangunan, seharusnya pemerintah Kabupaten, Provinsi, atau pemerintahan pusat harus menanggapi informasi yang timbul dari masyarakat dan media, Tegasnya.

Adapun hal tersebut dapat terlihat dalam pengerjaan proyek di lapangan serta bahan matrial bangunan yang digunakan diduga terkesan tidak sesuai dengan RAB/BESTEK. Begitu juga dalam plank sebagian tidak mencantumkan volume Pekerjaan sehingga diduga terkesan tidak ingin di ketahui masyarakat akan Volume pekerjaan tersebut, atau memang tidak perlu di cantumkan? tegasnya.

Adapun Kontraktor yang diduga tidak ikuti aturan sesuai dengan RAB/BESTEK, iayalah.
-Peningkatan Jalan lingkungan Pasar III Kelurahan negri lama yang dikerjakan oleh CV Adit Sejahtera dengan menelan anggaran sebesar Rp. 416. 200.000 (Empat Ratus Enam Belas Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019, diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-Pekerjaan lanjutan peningkatan jalan ruas Padang Matinggi, Suka Makmur Kecamatan Rantau Utara yang di kerjakan oleh CV. DIAN TASYA sebagai kontraktornya. Dengan nilai kontrak yang terpampang di papan informasi 1.204.350.100. Dana proyek ini bersumber dari dana APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) Kabupaten Labuhanbatu, , diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-Proyek Peningkatan jalan HJ. Ellya Rosa di Jalan Pembangunan kelurahan Negri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-Proyek pembuatan Parit disamping puskesmas Negri Lama Kecamatan Bilah Hilir sepanjang 288 M. Dengan nilai kontrak yang terpampang di papan informasi 348.846.000, , diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-Proyek Peningkatan Jalan Tasimun Desa Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu, Kabupten Labuhanbatu dikerjakan oleh CV. Karya Mandiri dengan menelan anggaran sebesar Rp. 583.715.840.77 (Lima Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Belas Ribu Delapan Ratus Empat Puluh rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran APBD 2019, diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-Proyek peningkatan jalan Pendidikan Dusun II Desa Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu di kerjakan oleh CV. DIAN TASYA dengan menelan anggaran sebesar Rp. 532.000.000. (Lima Ratus Tiga Puluh Dua Juta Rupiah) bersumber dari APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun anggaran 2019, diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

-pekerjaan peningkatan jalan tualang lingkungan Jln. H Adam Malik, kelurahan bakararan batu, kecamatan rantau selatan, anggaran yang bersumber dari dana APBD tahun 2019, senilai kontrak 575.997.500 (lima ratus tujuh puluh lima juta sembilan ratus sembilan puluh tujuh ribu lima ratus rupiah) sebagai pelaksana CV.BINTANG SEMBILAN MANDIRI, diduga tidak ikuti RAB/BESTEK.

Chandra Sirait SH selaku ketua Gemantara Labuhanbatu, meminta dalam hal pengerjaan proyek APBD 2019, Haruslah memiliki kwalitas sesuai dengan data dalam dokumen agar sesuai dengan harapan. Sehingga sesuai dengan yang di butuhkan serta tepat waktu dalam hal barang/jasa yang di adakan saat dibutuhkan dan tepat anggaran, serta tepat guna sehingga tepat sasaran, tegasnya. Sehingga dalam hal ini masyarakat dapat menikmati pembangunan dengan waktu yang lebih lama, ucapnya.

Berdasarkan laporan awak media dilapangan saat menyampaikan data di sekretriat Ekbang Gemantara Labuhanbatu. Sabtu 30/11/2019 mengatakan, diduga tenaga ahli dan pengawas dari dinas terkait atau konsultan proyek jarang terlihat di lokasi pengerjaan proyek tersebut di atas. Adapun harapan kita ke depan sebaiknya sejak di mulai tahapan awal dan di akhir kerja tetap harus di dampingi konsultan dan tenaga ahli yang disesuaikan dengan yang ada di dokumen penawaran.

Selain itu, harusnya lebih memperhatikan kwalitas proyek sejak dimulai dan saat penutup, sehingga jangan dikarenakan mengejar waktu agar cepat selesai, sehingga diduga lupa pada tahapan – tahapan pengerjaan dan kualitas proyek, tegas ketua Ekbang Gema Nusantara. @tim

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Facebook comments:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*