Pembebasan Lahan Flayover Cipendawa Dirundung Banyak Masalah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

lensaperistiwa.com – Kota Bekasi

Sorotan masyarakat akibat lambatnya proses pembangunan flyover Cipendawa menjadi topik pembahasan dikalangan penggiat anti korupsi dan social control, pasalnya banyak kabar tak sedap terkait lambannya proses pembebasan lahan tersebut.

Saat dikonfirmasi ke salah satu pelaksana dilapangan diperoleh informasi bahwa penyebab lambannya pembangunan flyover Cipendawa tersebut  salah satunya diakibatkan kendala pembebasan lahan yang masih dalam proses.

Saat Lensa Peristiwa Rabu 28 Agustus 2019 mengkonfirmasi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, melalui Kepala seksi Perencanaan dan Pengadaan lahan Usman sufirman yang juga sebagai PPTK menjelaskan kronologi dan proses pembebasan lahan di simpang Cipendawa-Bojong menteng yang terkesan agak lambat dalam kegiatan tahap kedua yang merupakan lanjutan tahun 2018.

Adapun luas lahan yang yang dibutuhkan di dalam perencanan Dinas Bina marga untuk proyek pembangunan flyover tersebut sebesar + 11.000 m dan sebagian sudah siselesaikan di thn 2018, kita tinggal selesaikan 8111m di 2019 degan jumlah bidang ada 76 bidang tanah

Kegiatan di tahun 2019 kita harus inventarisasi ulang lagi seperti dari nol karena di tahun 2018 yang sisanya 8111 ini belum dilakukan pengukuran ulang, karena kegiatan pemetaan dan pengukuran peta bidangnya tidak tuntas disisi sisanya yaitu sisi barat utara, barat selatan maupun timur utara dan timur selatan kiri kanan disana juga ada perobahan trase luasan dari Binamarga yang tadinya 38 menjadi 34 menyesuaikan degan design dan kebutuhan anggaran.

“Dengan kondisi demikian kita harus benar benar menginventarisir ulang lagi jadi harus verifikasi, konsultasi publik ulang, sosialisasi ulang, disana ada kemudian pendaftaran peta baru, ini kan makan waktu tapi kita paralel tetap berjalan dalam arti ada yang bisa dikondisikan misal yang sudah dibayarkan bisa langsung dipakai,” terangnya.

Dijelaskannya, disisi barat sebanyak 73 bidang masih menyisakan yang belum bisa di eksekusi sama sekali ada dua bidang disebabkan :

  1. Disini ada kendala masyarakat yang menolak harga pada hal yang lain sudah menerima jadi sedang diupayakan bagai mana cara terbaik
  2. Masih belum bisa terkominikasikan sampai saat ini, orangnya tidak ada disitu ternyata setelah diselidiki kepemilikannya sudah berganti ganti namun tetap diupayakan.

Yang menolak ini sebenarnya masa sanggah sudah lewat jadi akan dibuat nota dinas bagaimana caranya kita pakai pendekatan. Sisi barat utara dan selatan ini hampir semuanya clear SPJ yang masih belum terbayar akibat pemiliknya berhalangan seperti ada yang pergi hajipun segera kita upayakan.

Sementara disisi Timur Utara dan selatan ini sepertinya mudah mudahan tidak ada kendala karena orangnya sudah terhubung semua tapi ada beberapa masalah di timur selatan yang agak lambat juga sehingga kita lambat juga dalam persyaratan pembayaran karena

  1. Pemilik lahan ini ada yang alasatnya atau alat bukti kepemilikan masih nyatu tapi dikuasai oleh 3 orang, saat kita himpun mereka mengajukan 3 Alasat ternyata setelah kita verifikasi ke BPN untuk pemetaan ternyata disana sudah muncul satu alasat.
  2. Ada beberapa kondisi dimana mereka hanya punya girik ada yang hanya fotocopy C tapi mereka bilangnya sudah didaftarkan di BPN tapi belum keluar jadi ini kendala juga.

“Kenapa kita harus mempertegas alasatnya minimal fotocopinya karena terkait dengan nilai nilai apraisal kalau alasannya berupa AJB, girik dan sebagainya,  itu biasanya lebih rendah nilainya dibanding dengan nilai shm ini jadi kendala dipenilaian.

Sanggah juga berpengaruh dimana mereka sudah di inventarisir masa sanggah di tetapkan 7 hari terkadang mereka lambat yang terpaksa kita harus jemput bola.

Jadi banyak kendala dilapangan yang menyebabkan keterlambatan itu

Karena pemenuhan alasan, karena masa sanggah yang tidak cepat, adanya pemilik lahan yang tidak ditempat sehingga perkerjaan ini terlihat spot spot dimana siapa yang paling memenuhi persyaratan dan sudah clear itu sudah dibayar

Adapun pembebasan secara keseluruhan dari 8111m sudah mencapai 60% namun pemberkasan sudah masuk 90% tinggal proses pembayarannya. Jadi target kami bulan september sudah kebayar semua. Karena 60% sudah terbayar tinggal 30% yang masih berproses,” terangnya. (Bejes)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Facebook comments:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*