Diduga Gunakan Ijasa Palsu, Taufik Rahman Laporkan Caleg Ke KPUD

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Kab Bekasi-lensaperitiwa.com

Dalam seleksi pencaloan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Periode 2019 – 2024 agar Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Kabupaten Bekasi didesak dapat Transparan dalam penyajian Pemberkasan dan Seleksi serta Verifikasi para calon DPRD Kabupaten Bekasi 2019-2024.

Saat di minta tanggapan terkait transfaransi KPUD Kabupaten Bekasi terhadap calon DPR-D Kabupaten Bekasi priode 2019-2024, dalam Peberkasan dan Seleksi serta Verifikasi para calon DPR-D Kabupaten Bekasi di tahun 2014 lalu diduga oleh Taufik Rahman sebagai Mahasiswa dan juga pelapor adanya dugaan calon Legislatif yang berijasah palsu, maka KPUD Kabupaten Bekasi di minta harus dapat Transfaransi kepada masyarakat.

“Bahwa didalam ketentuan PKPU nomor 5 tahun 2018 tentang Perubahan atas PKPU nomor 7 tahun 2017 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019 yang didalamnya mengatur tahapan untuk meminta tanggapan masyarakat terhadap Daftar Caleg Sementara ( DCS ),” ujar Taufik Rahman.

Taufik Rahman, Mahasiswa Paranata Indonesia menjelaskan, bahwa KPUD Kabupaten Bekasi  lembaga yang diduga pelit dalam penyajian Informasi Publik,  padahal di dalam ketentuan Undang-Undang No.14 tahun 2008 tetang ( KIP ) seharusnya KPUD adalah Lembaga Publik dapat menyampaikan kepada masyarakat agar dapat membuka  Website resmi KPUD Kabupaten Bekasi tetang Peberkasan dan Seleksi maupun Verifikasi para calon DPRD Kabupaten Bekasi periode 2019 – 2024,” pungkasnya

Taufik Rahman menegaskan, bahwa bagaimana mungkin masyarakat bisa menanggapi terkait proses Administrasi persyaratan para calon Legislatif yang rentan diduga dimanipulasi, KPUD agar lolos menjadi calon Legislatif, karena banyak terjadi diberbagai daerah maupun di Kabupaten Bekasi di indikasikan para calon Legislatif banyak sekali penyimpangan soal penggunaan ijasah palsu.”tegasnya.

Masih kata Taufik Rahman, bahkan di tahun lalu ada Anggota Dewan Kabupaten Bekasi yang lolos dari Verifikasi KPUD Kabupaten Bekasi dalam penggunaan dugaan ijazah palsu, sehingga ada pihak yang melaporkan ke kepolisian.” kata Taufik.

Dengan terjadinya dugaan para calon Anggota Dewan yang mencalonkan di periode 2019 – 2024, hal ini dirinya sudah  melaporkan terjadinya indikasi penggunaan ijazah palsu oleh salah satu calon dari Partai Gerindra ke KPUD Kabupaten Bekasi dan juga ke Instansi terkait lainnya dalam proses pemberkasan para Calon Legislatif di tahun 2014 dan 2019, karena salah satu calon Legeslatif sudah Saya laporkan soal dugaan penggunaan Ijazah palsu, tinggal kita lihat apakah KPUD Kabupaten Bekasi mau terbuka kepada masyarakat soal berkas pencalonan Legislatif di tahun 2014 dan tahun 2019 yang di duga menggunakan ijasah palsu mencalonkan sebagai Dewan.” tandasnya. ** ( Julham )

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Facebook comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *